Rabu, 19 November 2014

Di Jakarta



Karena blog ku ini kutulis tentang story atau cerita, maka untuk cerita pertama akan kutuliskan tentang pengalamanku bekerja di Jakarta yaitu di PT. MUG dan Delta Expanding atau yang lebih dikenal dengan Dexpand. Mungkin akan kutuliskan dalam beberapa bagian karena kisahnya lumayan panjang dan berkesan buatku sedangkan sekarang  aku telah menjadi seorang ibu rumah tangga yang tidak bisa seharian mantengin layar laptopku...aku harus mengurus kedua buah hati dan suamiku.
Kisah ini berawal pada akhir tahun 2007 ketika aku memutuskan untuk hijarah dan mengadu nasib di kota Jakarta. Kata orang, Jakarta kejam seperti ibu tiri...karena aku pernah punya ibu tiri yang sangat tidak diharapkan aku ingin membuktikannya.hohoho...
Aku memenuhi panggilan kerja di PT. MUG yang beralamat di Blok M Jakarta Selatan. Mulanya aku iseng mengirim lamaran ke alamat yang aku temukan di iklan baris Harian Kompas. Tidak beberapa lama aku mendapat panggilan untuk interview  disana. Dengan berbagai macam cara aku lakukan agar mendapat ijin dari kedua orangtuaku. Sebenarnya mereka melarangku tapi aku berhasil meyakinkan mereka dan aku berjanji akan baik-baik saja.
Bermodal uang seadanya hasil tabunganku kerja di Hotel Yasmin dulu sebagai Sekretaris Engineering dan surat lamaran yang kupenuhi berbagai macam lampiran dan sertifikat kerja (hehehe padahal waktu itu aku hanya kerja di hotel 4 bulan terus aku resign, aku berhasil meminta SK dari sana sebagai referensiku kerja) dengan penuh percaya diri aku menginjakkan kakiku di Jakarta.
Berbagai macam rintangan aku hadapi selama di perjalanan, tapi semuanya bisa kulewati. Mulai dari membawa koperku, pengamen dibis yang nyebelin trus harus balik lagi jalan kaki karena kelewatan jalan...katanya sih patokannya Blok M Plaza persis depan Blok M plaza ada bangunan kantor. Setelah tanya ke orang-orang sekitar trotoar Blok M square, akhirnya aku temukan alamatnya.
Dikantor itu, aku dipersilakan menemui pak Bambang yang katanya adalah Supervisorku. Kesan pertama yang ku temui waktu itu adalah aneh..ruangannya tidak terlalu besar tapi tiap ruangan dipenuhi Meja dan kursi. Aku langsung bertemu dengan Pak Bambang dan aku langsung ditembak dengan perbedaan penghasilan dan gaji. Aku kurang begitu paham karena waktu itu beliau membuat ilustrasi dengan angka-angka disana. Intinya aku harus berhasil menjual produk kalau ingin diterima kerja disana dan mendapat penghasilan yang waaahhh...katanya. karena aku ingin praktis dan tidak mau ribet aku ambil barangnya dan kubayar seharga yang harus aku jual ditambah biaya administrasi 20.000 rupiah...
Menurutku, Pak Bambang orangnya baik beliau memperkenalkan aku dengan staff yang berada dibawahannya ya sekarang termasuk. Dia memperkenalkan ku dengan Teh Titin yang katanya juga orang Bandung dan beliau meminta teh Titin untuk mencarikanku kost di Jakarta.
Aku diajak teh Titin ngekost di daerah Gg. Angsa Fatmawati Jakarta Selatan jaraknya tidak terlalu jauh dengan tempat kami kerja cukup sekali naik metromini atau kopaja ke arah Blok M.
Hari berikutnya aku sudah memiliki banyak teman. Ada teh Titin dari Bandung, Wita dari Padang, Kak ira dari Aceh dll. Hampir semua staff ku kenal kalau dilihat dari wajahnya sepertinya orang yang kerja disini berusia antara 18-50 tahunan. Cara kerjanya kita harus memasang iklan dikoran, kemudian kita cantumkan nama dan no telp kita, jika ada yang datang kekantor dan bilang dapat informasi dari kita, maka pelamar itu yang harus kita wawancara dan kita dapat penghasilan 20000 dari biaya admin orang yang melamar karena iklan kita di koran...oh ternyata seperti itu...aku belum pernah memasang iklan karena aku orang baru begitu pula dengan ketiga temanku yang kusebutkan tadi diatas. “sebagai percobaan kamu training dulu ya ini ada orang yang melamar lewat iklan bapa tapi kamu interview ya”. Kata Pak Bambang. Akhirnya aku berhasil mewawancarai  satu orang dan dapat uang 20.000.....
Selama di Jakarta, yang ku kenal di kost dan lumayan dekat hanya teh Titin dia berada disebelah kamar kostku. Aku selalu mendengar suara gaduh ketika tengah malam dikamarnya. Aku selalu tidak menemukannya ketika hari libur. Apa yang dia kerjakan...fikirku dalam hati. Suatu hari, aku iseng main ke kamarnya.” Teh.. “panggilku “masuk aja gak dikunci...”kubuka pintu kamarnya betapa terkejutnya aku melihat kamarnya yang penuh dengan CD dan buku berceceran..”teteh lagi apa???” “Ini lagi nonton CD nya orang-orang sukses...”hmmmm..gumamku dalam hati..”mereka ini La tadinya dulu ada yang jualan bakso, jual kelontongan tapi sekarang udah sukses coba kamu lihat mobil mereka bagus kan...? kuperhatikan layar laptop yang ditontonnya “ya” jawabku singkat. “terus apa hubungannya sama teteh??” tanyaku penasaran
“ya biar kita termotivasi...tetehkan ikut Tianshi seperti mereka jadi buat motivasi teteh juga...”
“Tianshi apa teh...??”
“Perusahaan MLM yang mengajak kita untuk sukses bersama tanpa memandang latar belakang kita, asalkan ada niat dan usaha serta kerja keras pasti bisa...!!!” “hhhaaaahh...”
“iya, Oh ya kalau Ela mau hari minggu ini ada seminar di Ratu Plaza. Mau ikut teteh gak??”
‘’ ok ’’
Hari minggu yang kunantikan akhirnya tiba. Aku sudah siap-siap dandan yang rapi ku ketuk pintu kamar teh Titin ternyata tidak ada. Akhirnya terdengarlah suara dering Hpku..”Ela teteh tunggu didepannya...
“Iya” aku jalan langsung kearah jalan ternyata Teh Titin sudah ada disana. Dengan muka penuh sumringah dan tersenyum dia bertanya kepadaku.
 “ ada yang beda gak,hehe,,,”tanya teh titin dengan tersenyum simpul
“ehm,,,apa ya...” sambil ku perhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“iih...Ela meuni gak ngeh...Teteh baru dari salon..”katanya sedikit cemberut..
“oh..jadi dari tadi teteh dari salon ya pantesan dicariin di kamar gak ada,hahaha..
“sstt...udah diem”
“Trus sekarang kita kemana teh?’’
“Teteh mau ke Apartemen temen dulu soalnya teteh titip mobil disana..kita naik mobil teteh aja ya biar cepet...”. “oh teteh punya mobil ya??” kenapa gak teteh simpan disini aja...” Disini kan gak ada garasi jadi ya teteh simpan di Apartemen temen aja biar aman”
Ketika sampai di Ratu Plaza, teh Titin ijin untuk meninggalkankku sejenak. “Kamu jangan kemana-mana ya kita nanti ketemu disini”. Betapa baiknya teh Titin bagiku. Aku mengenalnya baru beberapa hari di Jakarta tapi dia sudah seperti kakakku, dia menjagaku dia tahu kalau aku orang baru yang tidak tahu apa-apa apalagi Jakarta...tanpa kukira, ternyata dia sudah ada didepan panggung di depan ratusan orang yang memadati ruangan seminar,hmmm ternyata dia ditunjuk sebagai MC acara pantas saja dia begitu rapi. Kuperhatikan dia berbeda dari teh Titin yang ku kenal dia begitu percaya diri dan enerjik ketika membawakan acara terbukti dengan kemeriahan tepuk tangan dari audiens ketika dia mengakhiri semua poin-poin acara..
Wah ternyata dia orang penting disini aku baru tahu dari orang yang duduk disebelahku. Orang itu bilang katanya tuh MC nya udah bintang 7 katanya. Pantas saja selama ini dia selalu menonton CD motivasi hingga larut malam...pikirku dalam hati...
Singkat cerita akhirnya aku daftar sebagai member Tianshi downline teh Titin. Aku sering diajak belanja bulanan di Stokis Tianshi di Mangga Dua Square dan hubungan kami kurasa semakin dekat aku tidak luput dari pengawasannya selama berada di dekat Teh Titin. Sampai akhirnya dia resign dari tempat kami kerja untuk lebih fokus menjalani bisnisnya dan memutuskan untuk pindah kost dekat apartemen temannya.aku kehilangannya...
Sudah hampir dua minggu aku di Jakarta rasanya rindu kepada mamaku tak bisa ku bendung lagi aku memutuskan untuk pulang. Aku naik bis dari Kp. Rambutan. Didalam bis banyak sekali pedagang asongan yang jualan...cara jualannya aneh mereka menaruh barang ditangan kami setelah semua penumpang kebagian barulah dia presentasi. Sadar akan buruknya respon penumpang yang kelihatan cuek bahkan ada yang sibuk dengan Hpnya mereka ngambil barang-barang yang mereka bagikan terus keluar naik bis yang berada di depan kita. Setelah lama menunggu jalan akhirnya ada penumpang yang duduk disebelahku, laki-laki cuek berkacamata dengan tas ranselnya.
Aku menghabiskan perjalananku dengan tidur sampai kondektur bis mengumumkan kalau arahnya lewat sukabumi dan harus berhenti di Ramayana Cianjur, untuk tujuan cipanas silakan naik angkot lagi dari sini. Aku tenang aja, toh aku penguasa daerah Cipanas-Cianjur hahaha tapi orang cuek yang tadi aku ceritakan mulai kelihatan panik...
Semua penumpang turun tampaknya nih orang cuek ngikutin aku dari belakang...terus dengan pedenya dia bertanya alamat yang dia pegang kepadaku..”permisi kamu tahu alamat ini...aku harus ke Cugenang tapi aku baru pertama kali kemari...”kata dia sambil menunjukkan secarik kertas...”oh Cugenang tinggal naik angkot biru itu kearah cipanas nanti lewat...” “trus kamu mau kemana??”tanyanya kepo  “aku mau  ke cipanas...” yaudah kita bareng aja..” “boleh...”
Setelah cowok itu menemukan alamat yang ia tuju, dia memberikanku sebuah kartu nama..”namaku Ilo, nanti kalau kamu ke jakarta hubungi aku ya itu no telponnya”.
***
Hari-hari kulewati tanpa teh Titin di Jakarta tinggal Wita yang sekarang aku punya dan dia pun mau resign. Akhirnya kita sepakat untuk mencari pekerjaan lain. Langkah pertama yang kita lakukan adalah beli koran...singkat cerita kita menemukan iklan yang kita kira cocok dengan kualifikasi kita tempatnya di PT. Delta Expanding cabang D’Best Fatmawati. Dengan mantap aku dan Wita masukkan lamaran kerja kesana.
Lumayan menguras uang juga ketika aku dijakarta waktu itu. Gaji gak ada, bayar kost harus makan musti tiap hari kalau gak mau kelaparan...akhirnya aku menjual sebagian perhiasanku untuk bekal selama disana.
Sesampainya di kantor Dexpand kita diberi kertas semacam kuisioner oleh mbak Yuli yang waktu itu resepsionisnya setelah selesai akhirnya kita diberitahu nanti melalui SMS. Ketika  sampai dibawah, ada orang yang lagi nyapu lantai dan berbisik kearah kami mbak baru ya,,,jangan kerja disana itu sales..sambil berlalu. Aku dan Wita hanya berpandangan dan bilang...”orang aneh....”
***
“Kak Ilo apa kabar?sudah dijakarta? Ini ela yang kemarin ke cianjur...”kukirim sms ke no yang tertera di kartu nama..”oh ya ela baik. Aku udah di jakarta.kamu dimana?” dijkt jg. nanti hari minggu ada acara gak kita ketemuan ya” “...dimana?” “Di Blok M Plaza aja biar dekat kalau kamu pulang...”.”Insya Allah..”
Hari minggu jam 09.00 aku siap-siap pergi agak telat dari jadwal ketemu dengan kak ilo soalnya aku harus mencuci pakaianku dulu. Sesampainya di Plaza aku lumayan membuatnya menunggu lama, kami pun nonton dan makan disana sambil bercerita tentang kegiatan kami. Dia orangnya enak diajak ngobrol, jadi pendengar yang baik dan tidak mendominasi pembicaraan sehingga aku tak bosan untuk bercerita banyak hal. Begitupun dia yang katanya orang perantauan juga dari Cirebon aslinya orang Palembang dan kerjaannya di Jakarta. Ternyata dia Supervisor Marketing yang sedang proses pengangkatan menjadi Manager di Farmasi  PT. Pharos..
Setelah beberapa hari itu, akhirnya Kak Ilo memintaku untuk menjadi pacarnya.akupun menerimanya...dia seperti pengganti Teh Titinku yang hilang...dia menjagaku dan menghargaiku...***
Tiba waktunya interviewku di PT. Dexpand dengan Wita aku nyaris di Usir oleh Pak Boy karena aku ngobrol dengan Wita waktu beliau sedang menerangkan sistem kerjanya. Akhirnya kami memilih diam. Setelah selesai kami diperkenalkan dengan Bu Neni, beliau adalah Leader kami. Hari itu kami diajaknya naik metro mini kearah pasar rebo. Bu Neni sangat ramah dia mengajakku ngobrol dan bercerita selama di perjalanan. Disana ada orang lain yang sepertinya sama dengan Bu Neni yaitu Rara dan Ria. Waktu itu aku kurang paham dengan apa yang mereka lakukan. Bu Neni mengajak kami makan terus beliau yang bayar dan mengajak kami ke sekolah katanya ada informasi yang harus disampaikan. Setelah kegiatan itu selesai kami diantarkannya untuk pulang. Besok kami disuruh kesana lagi. Diperjalanan Wita memutuskan untuk tidak menerima pekerjaan itu, dia bilang katanya sales.
Aku meminta saran dari Kak Ilo dan dia menyarankan untuk tahu lebih dulu pekerjaannya. Akhirnya aku memutuskan untuk datang keesokan harinya...***